Siapa yang suka bermain game? Pasti banyak yang suka bermain game ‘kan? Adik-adik pasti sudah tidak asing lagi dengan game yang sering dimainkan di smartphone, misalnya Mobile Legends. Nah, bagi adik-adik peserta Jambore Nasional XI 2022 nanti akan belajar sambil bermain game juga. Penasaran seperti apa?
Pada Jamnas XI Tahun 2022 ada zona kegiatan, yaitu Kampung Digital. Di sini nanti berkesempatan mengikuti berbagai kegiatan di Kampung Digital dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan mengenai penggunaan teknologi digital.
Salah satu yang akan dipelajari adalah e-Sports atau olahraga elektronik dengan game sebagai medianya. Mitra yang akan mengajarkan e-Sports kepada peserta Jambore Nasional XI nanti berasal dari Dewa United. Dewa United adalah wadah untuk orang-orang yang memiliki kemauan untuk berpotensi dalam bidang e-Sports.

Pembinaan di dalam Dewa United berfokus pada orang-orang atau atlet profesional. Terdapat tiga divisi utama dalam Dewa United, yaitu e-Sports dengan dua belas divisi games, sepak bola yang tergabung dalam liga satu, dan basket yang tergabung dalam liga utama.
Saat ini mereka sedang merencanakan akademi sepak bola dan basket. Dewa United hingga saat ini memiliki komunitas e-Sports seluruh Indonesia di 34 kota/kabupaten dengan 18 ribu user yang terdaftar.
Dewa United ingin menyampaikan kepada peserta Jambore Nasional XI nanti mengenai dampak baik dan buruk dalam bermain games. Pun ditunjukkan, bahwa kemampuan bermain game bisa dijadikan sebagai profesi, seperti atlet, youtuber, gamers, maupun manajer.
“Kita mau coba meluruskan pemain game profesional itu seperti apa. Bukan hanya bermain delapan hingga dua belas jam yang biasa dilakukan anak-anak. Profesional biasanya bermain hanya empat jam, tetapi lebih capek karena menguras pikiran untuk mengatur strategi permainan. Intinya, tidak menutup kemungkinan, usia di bawah tujuh belas tahun bisa menjadi atlet e-Sports profesional, asalkan diarahkan dengan benar,” terang Kak Achmad Charis Thohiri, creative Dewa United.
Dewa United akan mendatangkan beberapa atlet yang tidak bertanding, melainkan untuk memberikan tips menjadi pemain profesional. Peserta Jambore Nasional XI akan diberikan pelatihan dan mini turnamen, supaya merasakan perbedaan hanya main game dengan pertandingan sesungguhnya.
“Kami berharap ada regenerasi atlet v. Sebenarnya banyak potensinya, tetapi kemampuannya masih di situ-situ saja. Semoga ada keberlanjutan dari adik-adik Pramuka ini,” ungkap Kak Achmad Charis.
**
Penulis: Kak Isha Salsabila
Editor: Kak Fitri Hariyadiningsih
Sumber : Buletin Jambore Edisi 5








